Wednesday, 14 June 2017

Multicast Sparse Mode - Static RP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan share materi kembali, dan materi yang akan saya bahas pada kali ini adalah multicast sparse mode.

Dalamsparse mode, host diharuskan untuk megirim requst terlebih dahulu, baru akan dikirimi traffic multicast. Di dalam sparse mode sendiri, akan ada router yang menjadi rendezvous point dimana router tersebutaka menjadi pusat untuk menghubungkan multicast source dan router yang memiliki host.

Cara pemilihan RP sendiri, dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu seperti berikut.
- Static RP
- Auto RP
- BSR

Pada kali ini, yang akan kita gunakan adalah static RP dimana semua router uang tergabung ke dalam multicast tersebut, diharuskan untuk mendefinisikan router mana yang akan dijadikan sebagai RP. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi
 

 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, dapat menggunakan yang ada pada lab sebelumnya. Dan sekarang, rubah mode yang sebelumnya dense mode, menjadi sparse mode. 

Router1
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip pim sparse-mode
R1(config-if)#ex
R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#ip pim sparse-mode
R1(config-if)#ex
Router2
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/1
R2(config-if)#ip pim sparse-mode
R2(config-if)#ex
Router3
R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ip pim sparse-mode
R3(config-if)#ex
R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#ip pim sparse-mode
R3(config-if)#ex
Oke jika sudah, sekarang definisikan router yang akan menjadi rp dalam jaringan tersebut. 

Router1
R1(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2
Router2
R2(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2
Router3
R3(config)#ip pim rp-addr 2.2.2.2
Lalu selanjutnya, lakukan verifikasi pada setiap router. 

Router2
R2(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)
Router1
R1(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)
Router3
R3(config)#do sh ip pim rp map
PIM Group-to-RP Mappings

Group(s): 224.0.0.0/4, Static
    RP: 2.2.2.2 (?)
Lalu cek juga ip mroute pada R2. 

Router2
R2(config)#do sh ip mroute
IP Multicast Routing Table

(*, 239.0.0.1), 00:01:53/00:02:35, RP 2.2.2.2, flags: S
  Incoming interface: Null, RPF nbr 0.0.0.0
  Outgoing interface list:
    Ethernet0/0, Forward/Sparse, 00:01:53/00:02:35

(*, 224.0.1.40), 00:29:23/00:03:18, RP 2.2.2.2, flags: SJCL
  Incoming interface: Null, RPF nbr 0.0.0.0
  Outgoing interface list:
    Ethernet0/1, Forward/Sparse, 00:27:32/00:03:18
    Ethernet0/0, Forward/Sparse, 00:29:23/00:02:36
Maka akan terlihat bahwa R2 sudah menjadi sebagai RP.

Multicast Dense Mode

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan melanjutkan materi kembali, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah materi mengenai multicast.

Dalam penggunaan multicast sendiri, akan memungkinkan router untuk mengirimi langsung sebuah paket ke tujuan yang telah berada 1 grup dengannya. Jadi walaupun jaringan tersebut menggunakan switch untuk membroadcast ke semua router, dengan adanya multicast, router tersebut hanya akan mengirimi ke tujuan yang sebelumnya berada 1 grup dengannya, atau ke tujuan yang hanya membutuhkannya. Jadi bukan dikirimkan ke seluruh router yang ada pada jaringan tersebut.

Oke langsung saja, berikut topologi yang digunakan.

Topologi
 

 
Konfigurasi

Oke untuk konfigurasinya, tentunya kita harus mengkonfigurasikan ip address terlebih dahulu agar router yang directly connected dapat saling terhubung. Jika sudah, sekarang aktifkan multicast routing pada setiap router.

Router1

R1(config)#ip multicast-routing
Router2
R2(config)#ip multicast-routing
Router3
R3(config)#ip multicast-routing
Jika sudah, sekarang aktifkan dense mode pada interface yang akan digunakan. Aktifkan juga OSPF agar nantinya setiap router dapat saling berhubungan.

Router1
R1(config)#int e0/0
R1(config-if)#ip pim dense-mod
R1(config-if)#ip os 123 ar 0
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip pim dense-mode
R1(config-if)#ip os 123 ar 0
R1(config-if)#ex
Router2
R2(config)#int e0/0
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex
R2(config)#int e0/1
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex
R2(config)#int lo0
R2(config-if)#ip pim dense-mode
R2(config-if)#ip os 123 ar 0
R2(config-if)#ex
Router3
R3(config)#int e0/0
R3(config-if)#ip pim dense-mode
R3(config-if)#ip os 123 ar 0
R3(config-if)#ex
R3(config)#int lo0
R3(config-if)#ip os 123 ar 0
R3(config-if)#ip pim dense-mode
R3(config-if)#ex
Oke jika sudah, sekarag pada R1, kita akan coba untuk join grup ke ip multicast. Misalkan 239.0.0.1.

Router1

R1(config)#int lo0
R1(config-if)#ip igmp join-group 239.0.0.1
R1(config-if)#ex
Lalu lakukan verifikasi ping dari R3.

Router3
R3(config)#do ping 239.0.0.1
Type escape sequence to abort.
Sending 1, 100-byte ICMP Echos to 239.0.0.1, timeout is 2 seconds:

Reply to request 0 from 1.1.1.1, 49 ms
Reply to request 0 from 1.1.1.1, 73 ms
Dan maka akan terlihat ping telah berhasil.

DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping OSPF

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan share materi kembali, dan masih sama mengenai DMVPN, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah materi mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping with OSPF.

Pada artikel sebelumnya, saya juga sudah membahas mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic mapping with EIGRP, dan sekarang kita akan menggunakan routing EIGRP. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi


 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, dapat menggunakan konfigurasi yang sudah ada pada lab sebelumnya, akan tetapi kita harus menghapus interface tunnel yang ada pada lab sebelumnya terlebih dahulu. Jika sudah, konfigurasikan DMVPN pada setiap router.

Router1
R1(config)#int tun3
R1(config-if)#ip addr
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp map mul dy
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#ip nhrp redir
R1(config-if)#ip os net point-to-mul
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mul
R1(config-if)#ex
Router2
R2(config)#int tun2
R2(config-if)#ip addr 182.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#ip nhrp short
R2(config-if)#ip os net point-to-mul
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex
Router3
R3(config)#int tun2
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#ip nhrp short
R3(config-if)#ip os net point-to-mul
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex
Oke jika sudah, sekarang tambahkan routing OSPF pada setiap router.

Router1
R1(config)#router os 100
R1(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router os 100
R2(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router os 100
R3(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R3(config-router)#ex
Jika sudah, lakukanverifikasi bahwa router telah didapatkan oleh setiap router.

DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping EIGRP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya masih membahas mengenai DMVPN, dan DMVPN yang akan dibahas pada kali ini adalah mengenai DMVPN Phase 3 Dynamic Mapping dengan EIGRP.

Lalu apa bedanya? Agak susah sih ngebedainnya, mungkin nanti akan dibahas teorinya aja ya, tapi nyusul aja hehehe. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi
 
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, kita dapat menggunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya. Lalu hapus terlebih dahulu interface tunnelnya, baru kita buat lagi.

Router1
R1(config)#no int tun1
R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp map mul dy
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#ip nhrp redir
R1(config-if)#no ip sp ei 100
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mu
R1(config-if)#ex
Router2
R2(config)#int tun1
R2(config-if)#ip addr 192.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#ip nhrp short
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex
Router3
R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#ip nhrp short
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex
Jika sudah, sekarang tambahkan routing pada ketiga router tersebut agar terjalin adjacency melalui tunnel. 

Router1
R1(config)#router ei 100
R1(config-router)#net 192.168.100.1 0.0.0.0
R1(config-router)#net 1.1.1.1 0.0.0.0
R1(config-router)#no aut
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router ei 100
R2(config-router)#net 192.168.100.2 0.0.0.0
R2(config-router)#net 2.2.2.2 0.0.0.0
R2(config-router)#no aut
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router ei 100
R3(config-router)#net 192.168.100.3 0.0.0.0
R3(config-router)#net 3.3.3.3 0.0.0.0
R3(config-router)#no aut
R3(config-router)#ex
Lalu lakukan verifikasi bahwa antar router sekarang sudah dapat terhubung.

DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping BGP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya kan melanjutkan materi kembali, dan materi yang akan kita bahas pada kali ini adalah materi mengenai DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping with BGP.

Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi
 
Konfigurasi

Untuk konfigurasi dapat menggunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya, tapi jangan dihapus tunnelnya, dikarenakan kita akan menggunakan tunnel yang sebelumnya, dan hanya ada perubahan pada routing yang akan digunakan. 

Router1
R1(config)#router bg 101
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#nei 192.168.100.2 remote 102
R1(config-router)#nei 192.168.100.3 remote 103
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router bg 102
R2(config-router)#net 2.2.2.2 mas 255.255.255.255
R2(config-router)#nei 192.168.100.1 remote 101
R2(config-router)#nei 192.168.100.3 remote 103
R2(config-router)#nei 192.168.100.3 ebgp-multihop 2
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router bg 103
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mas 255.255.255.255
R3(config-router)#nei 192.168.100.1 remote 101
R3(config-router)#nei 192.168.100.2 remote 102
R3(config-router)#nei 192.168.100.2 ebgp-mul 2
R3(config-router)#ex

Jika sudah, sekarang lakukan verifikasi bahwa antar loopback yang dimiliki oleh router dapat terhubung.

DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping OSPF

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan kembali membahas materi, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah DMVPN Phase 1 Dynamic Mapping OSPF.

Secara konsep sebenarnya sama saja dengan yang menggunakan EIGRP, akan tetapi mungkin nantinya ada beberapa konfigurasi yang berbeda, namun intinya tetap sama yaitu untuk menghubungkan route yang ada pada setiap router.

Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi


Konfigurasi

Oke untuk konfigurasinya, kita dapat menggunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya. Akan tetapi, tentunya hapus terlebih dahulu interface tunnel dan juga EIGRP yang sebelumnya sudah ditambahkan. Jika sudah, sekarang buat interface tunnel, dan konfigurasikan. 

Router1
R1(config)#int tun1
R1(config-if)#ip  addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp map mul dy
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#ip os net bro
R1(config-if)#ip os prio 10
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mul
R1(config-if)#ex
Router2
R2(config)#int tun1
R2(config-if)#ip addr 192.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#ip os net bro
R2(config-if)#ip os prio 0
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex
Router3
R3(config)#int tun1
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#ip os net bro
R3(config-if)#ip os prio 0
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex
Jika sudah, lakukan verifikasi terlebih dahulu pada router hub. 

Router1
R1(config)#do sh dmvpn
Legend: Attrb --> S - Static, D - Dynamic, I - Incomplete
        N - NATed, L - Local, X - No Socket
        # Ent --> Number of NHRP entries with same NBMA peer
        NHS Status: E --> Expecting Replies, R --> Responding, W --> Waiting
        UpDn Time --> Up or Down Time for a Tunnel
=======================================================
Interface: Tunnel1, IPv4 NHRP Details
Type:Hub, NHRP Peers:2,

 # Ent  Peer NBMA Addr Peer Tunnel Add State  UpDn Tm Attrb
 ----- --------------- --------------- ----- -------- -----
     1 24.24.24.2        192.168.100.2    UP 00:04:05     D
     1 34.34.34.3        192.168.100.3    UP 00:00:52     D
Maka akan terlihat bahwa state antar DMVPN sudah up. Sekarang kita tambahkan routing OSPF agar nantinya network yang tidak tercover oleh tunnel dapat terhubung menggunakan ospf. 

Router1
R1(config)#router os 100
R1(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router os 100
R2(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router os 100
R3(config-router)#net 0.0.0.0 255.255.255.255 area 0
R3(config-router)#ex
Jika sudah, lakukan verifikasi bahwa setiap spoke dapat terhubung ke loopback setiap router.

DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping EIGRP

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan melanjutkan materi kembali dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah materi mengenai DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping.

Untuk DMVPN Phase 2 sendiri, tentunya berbeda dengan phase 1. Lalu apa perbedaannya? Pada penggunaan phase 2, router spoke dapat berkomunikasi langsung dengan spoke lainnya. Dan sedangkan untuk phase 1, harus melewati hub terlebih dahulu, baru akan di teruskan ke spoke.

Pada lab ini juga dipergunakan EIGRP untuk mengadvertise loopback yang ada di router hub maupun spoke. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi


Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, masih menggunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya, akan tetapi hapus konfigurasi tunnel yang sebelumnya ditambahkan. Lalu konfigurasikan tunnel untuk konfigurasi phase 2 

Router1
R1(config)#int tun2
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mul
R1(config-if)#ip nhrp map mul dy
R1(config-if)#no ip next-hop ei 100
R1(config-if)#no ip sp ei 100
R1(config-if)#ex
Router2
R2(config)#int tun2
R2(config-if)#ip addr 192.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex
Router3
R3(config)#int tun2
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map mul 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex
Jika sudah, konfigurasikan eigrp untuk mengadvertise loopback yang ada pada setiap router menggunakan EIGRP. 

Router1
R1(config)#router ei 100
R1(config-router)#net 0.0.0.0
R1(config-router)#no aut
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router ei 100
R2(config-router)#net 0.0.0.0
R2(config-router)#no aut
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router ei 100
R3(config-router)#net 0.0.0.0
R3(config-router)#no aut
R3(config-router)#ex

Oke jika sudah, lakukan verifikasi terhadap DMVPN yang telah dibuat.

DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan melanjutkan materi kembali, dan materi yang pada kali ini akan saya bahas adalah mengenai DMVPN Phase 2 Dynamic Mapping.

Dalam penggunaan DMVPN Phase 2, nantinya router spoke dapat terhubung ke sesama spoke secara langsung, tanpa harus melewati hub terlebih dahulu. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan. 

 Topologi

 

Konfigurasi

Untuk konfigurasi, gunakan konfigurasi yang ada pada lab sebelumnya. Namun kita harus menghapus tunnel yang sebelumnya sudah dibuat pada lab sebelumnya. Jika sudah dihapus, tambahkan kembali interface tunnel yan baru. 

Router1
R1(config)#int tun1
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mul
R1(config-if)#ex
Router2
R2(config)#int tun1
R2(config-if)#ip addr 192.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex
Router3
R3(config)#int tun1
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#ip nhrp nhs 192.168.100.1
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex
Jika sudah, sekarang lakukan verifikasi pada DMVPN HUB. 

Router1
R1(config)#do sh dmvpn
Legend: Attrb --> S - Static, D - Dynamic, I - Incomplete
        N - NATed, L - Local, X - No Socket
        # Ent --> Number of NHRP entries with same NBMA peer
        NHS Status: E --> Expecting Replies, R --> Responding, W --> Waiting
        UpDn Time --> Up or Down Time for a Tunnel
=======================================================
Interface: Tunnel1, IPv4 NHRP Details
Type:Hub, NHRP Peers:2,

 # Ent  Peer NBMA Addr Peer Tunnel Add State  UpDn Tm Attrb
 ----- --------------- --------------- ----- -------- -----
     1 24.24.24.2        192.168.100.2    UP 00:04:12     D
     1 34.34.34.3        192.168.100.3    UP 00:01:02     D

Seperti yang terlihat pada hasil verifikasi tersebut, sudah terlihat state yang ada pada kedua tunnel tersebut sudah up.

DMVPN Phase 2 Static Mapping

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan melanjutkan materi, dan materi yang akan saya bahas pada kali ini adalah DMVPN Phase 2 Static Mapping. Sebelumnya saya sudah pernah memposting materi mengenai DMVPN Phase 1 Static Mapping, akan tetapi itu sudah lama, dan mungkin sudah tenggelem artikelnya hehehe.

Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi
Konfigurasi

Untuk konfigurasi, tentunya harus mengkonfigurasikan ip address terlebih dahulu. Jika sudah, sekarang tambahkan default route pada router agar terhubung ke internet. Jika sudah, konfigurasikan interface tunnel pada setiap router.

Router1
R1(config)#int tun0
R1(config-if)#ip addr 192.168.100.1 255.255.255.0
R1(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.2 24.24.24.2
R1(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.3 34.34.34.3
R1(config-if)#ip nhrp net 111
R1(config-if)#tun sou 14.14.14.1
R1(config-if)#tun mod gre mul
R1(config-if)#ex
Router2
R2(config)#int tun0
R2(config-if)#ip addr 192.168.100.2 255.255.255.0
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.2 24.24.24.2
R2(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.3 34.34.34.3
R2(config-if)#ip nhrp net 111
R2(config-if)#tun sou 24.24.24.2
R2(config-if)#tun mod gre mul
R2(config-if)#ex
Router3
R3(config)#int tun0
R3(config-if)#ip addr 192.168.100.3 255.255.255.0
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.1 14.14.14.1
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.2 24.24.24.2
R3(config-if)#ip nhrp map 192.168.100.3 34.34.34.3
R3(config-if)#ip nhrp net 111
R3(config-if)#tun sou 34.34.34.3
R3(config-if)#tun mod gre mul
R3(config-if)#ex
Jika sudah, sekarang lakukan verifikasi bahwa DMVPN sudah terbentuk. 

Router1
R1(config)#do sh ip nhrp br
   Target             Via            NBMA           Mode   Intfc   Claimed
    192.168.100.2/32 192.168.100.2   24.24.24.2      static   Tu0     <   >
    192.168.100.3/32 192.168.100.3   34.34.34.3      static   Tu0     <   >
Router2
R2(config)#do sh ip nhrp br
   Target             Via            NBMA           Mode   Intfc   Claimed
    192.168.100.1/32 192.168.100.1   14.14.14.1      static   Tu0     <   >
    192.168.100.2/32 192.168.100.2   24.24.24.2      static   Tu0     <   >
    192.168.100.3/32 192.168.100.3   34.34.34.3      static   Tu0     <   >
Router3
R3(config)#do sh ip nhrp br
   Target             Via            NBMA           Mode   Intfc   Claimed
    192.168.100.1/32 192.168.100.1   14.14.14.1      static   Tu0     <   >
    192.168.100.2/32 192.168.100.2   24.24.24.2      static   Tu0     <   >
    192.168.100.3/32 192.168.100.3   34.34.34.3      static   Tu0     <   >
Berdasarkan verifikasi diatas, sudah terdaftar nhrp yang sudah kita tambahkan tadi. Lalu lakukan verifikasi traceroute untuk memastikan apakah tunnel sudah berjalan atau belum. 

Router3
R3(config)#do trace 192.168.100.2
Type escape sequence to abort.
Tracing the route to 192.168.100.2
VRF info: (vrf in name/id, vrf out name/id)
  1 192.168.100.2 7 msec 5 msec *
Dan berdasarkan hasil traceroute tersebut, terlihat bahwa jalur tunnel yang sudah kita tambahkan tadi sudah berjalan.

BGP Remove Private AS

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan membahas materi selanjutnya mengenai BGP, dan materi pada kali ini adalah materi BGP Remove Private AS.

Dari namanya, mungkin seharusnya sudah tau, dikarenakan BGP Remove Private AS digunakan oleh sebuah router apabila tidak mengininkan sebuah Private AS terdaftar pada sebuah router. Untuk private AS sendiri, memiliki range seperti berikut.

16 bit : 64512 - 65534
32 bit : 4200000000 - 4294967295

Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi


Konfigurasi

Untuk konfigurasi, tentunya konfigurasikan address pada setiap router terlebih dahulu. Jangan lupa untuk menambahkan interface loopback pada setiap router. Jika sudah, sekarang konfigurasikan peering BGP. 

Router1
R1(config)#router bg 1
R1(config-router)#nei 12.12.12.2 remote 2
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#nei 12.12.12.1 remote 1
R2(config-router)#nei 23.23.23.3 remote 64567
R2(config-router)#net 2.2.2.2 mas 255.255.255.255
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router bg 64567
R3(config-router)#nei 23.23.23.2 remote 2
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mas 255.255.255.255
R3(config-router)#ex
Jika sudah, sekarang cek bgp routing table. 

Router1
R1(config)#do sh ip bg
BGP table version is 4, local router ID is 1.1.1.1
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
              r RIB-failure, S Stale, m multipath, b backup-path, f RT-Filter,
              x best-external, a additional-path, c RIB-compressed,
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete
RPKI validation codes: V valid, I invalid, N Not found

     Network          Next Hop            Metric LocPrf Weight Path
 *>  1.1.1.1/32       0.0.0.0                  0         32768 i
 *>  2.2.2.2/32       12.12.12.2               0             0 2 i
 *>  3.3.3.3/32       12.12.12.2                             0 2 64567 i
Maka akan terlihat private AS dapat memasuki public AS. Oleh karena itu, kita harus mengkonfigurasikan agar private AS tidak di advertise ke dalam public AS.

Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#nei 12.12.12.1 remove-private-as
R2(config-router)#ex
Jika sudah, sekarang lakukan pengecekan lagi. 

Router1
R1(config)#do sh ip bg
BGP table version is 5, local router ID is 1.1.1.1
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
              r RIB-failure, S Stale, m multipath, b backup-path, f RT-Filter,
              x best-external, a additional-path, c RIB-compressed,
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete
RPKI validation codes: V valid, I invalid, N Not found

     Network          Next Hop            Metric LocPrf Weight Path
 *>  1.1.1.1/32       0.0.0.0                  0         32768 i
 *>  2.2.2.2/32       12.12.12.2               0             0 2 i
 *>  3.3.3.3/32       12.12.12.2                             0 2 i
Maka akan terlihat bahwa AS private tidak lagi sampai ke AS Public.

BGP Default Route

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan membahas mengenai conditional default route pada BGP. Hal ini bisa dibilang seperti stub area pada BGP, akan tetapi router tersebut akan tetap menerima route dari BGP lainnya.

Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi


Konfigurasi

Oke untuk konfigurasinya, tentunya kita harus menambahkan ip address terlebih dahulu pada router dan juga harus menambahkan interface loopback pada router. Lalu setelah itu, kita harus menambahkan peer antar router tentunya agar setiap router dapat terjalin adjacency BGPnya.

Router1
R1(config)#router bg 1
R1(config-router)#nei 12.12.12.2 remote 2
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#nei 12.12.12.1 remote 1
R2(config-router)#net 2.2.2.2 mas 255.255.255.255
R2(config-router)#nei 23.23.23.3 remote 3
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router bg 3
R3(config-router)#nei 23.23.23.2 remote 2
R3(config-router)#ex
Oke jika sudah, sekarang tambahkan prefix-list untuk mendefinisikan route yang mau di tambahkan default route.

Router2
R2(config)#ip prefix-list defroute seq 10 per 23.23.23.0/24
Lalu selanjutnya tambahkan routemap, dan definisikan prefix-list yang dibuat tadi ke dalam routemap.

Router2
R2(config)#route-map defroute
R2(config-route-map)#match ip address pref defroute
R2(config-route-map)#ex
Lalu kita juga harus mendefinisikan route-map yang sudah dibuat tadi ke dalam peering BGP.

Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#nei 12.12.12.1 default-originate route-map defroute
R2(config-router)#ex
Lalu lakukan verifikasi bahwa default route sudah tertambahkan pada R1.

Router1
R1(config)#do sh ip bg
BGP table version is 10, local router ID is 10.10.10.6

Network Next Hop Metric LocPrf Weight Path
*> 0.0.0.0 12.12.12.2 0 2 i
*> 1.1.1.1/32 0.0.0.0 0 32768 i
*> 2.2.2.2/32 12.12.12.2 0 0 2 i
Lihat juga pada routig table yang dimiliki R1.

Router1
R1(config)#do sh ip route

Gateway of last resort is 12.12.12.2 to network 0.0.0.0

B* 0.0.0.0/0 [20/0] via 12.12.12.2, 00:01:44
1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 1.1.1.1 is directly connected, Loopback0
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B 2.2.2.2 [20/0] via 12.12.12.2, 00:01:13
10.0.0.0/32 is subnetted, 6 subnets
C 10.10.10.1 is directly connected, Loopback1
C 10.10.10.2 is directly connected, Loopback2
C 10.10.10.3 is directly connected, Loopback3
C 10.10.10.4 is directly connected, Loopback4
C 10.10.10.5 is directly connected, Loopback5
C 10.10.10.6 is directly connected, Loopback6
12.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 12.12.12.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 12.12.12.1/32 is directly connected, Ethernet0/0
Maka akan terlihat default route yang ditambahkan.

BGP Filtering

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan melanjutkan materi selanjutnya, dan materi yang akan saya bahas pada kali ini adalah materi BGP Filtering.

Sesuai namanya, mungkin kita sudah dapat mengetahui bahwa kita akan melakukan filtering terhadap route yang di terima dari BGP. Jadi nantinya ada beberapa route yang sebelumnya di advertise oleh router lain, maka akan kita tolak. Oke langsung saja, berikut topologi yang digunakan.

Topologi





Konfigurasi

Oke untuk konfigurasi, pertama konfigurasikan routing BGP terlebih dahulu agar antar router tercipta peering.

Router1
R1(config)#router bg 1
R1(config-router)#nei 12.12.12.2 remote 2
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#nei 12.12.12.1 remote 1
R2(config-router)#nei 23.23.23.3 remote 3
R2(config-router)#net
*May 16 05:51:11.217: %BGP-5-ADJCHANGE: neighbor 12.12.12.1 Up
R2(config-router)#net 2.2.2.2 mas 255.255.255.255
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router bg 3
R3(config-router)#nei 23.23.23.2 remote 2
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mas 2
*May 16 05:51:37.137: %BGP-5-ADJCHANGE: neighbor 23.23.23.2 Up
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mas 255.255.255.255
R3(config-router)#ex
Oke jika sudah, buat beberapa interface loopback agar nantinya, ip address dari interface loopback tersebut yang akan kita batasi.

Router1
R1(config)#int lo1
R1(config-if)#ip addr 10.10.10.1 255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo2
R1(config-if)#ip addr 10.10.10.2 255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo3
R1(config-if)#ip addr 10.10.10.3 255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo4
R1(config-if)#ip addr 10.10.10.4 255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo5
R1(config-if)#ip addr 10.10.10.5 255.255.255.255
R1(config-if)#ex
R1(config)#int lo6
R1(config-if)#ip addr 10.10.10.6 255.255.255.255
R1(config-if)#ex
Lalu selanjutnya kita harus mengadvertise address dari interface loopback yang sudah di tambahkan tadi.

Router1
R1(config)#router bg 1
R1(config-router)#net 10.10.10.1 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#net 10.10.10.2 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#net 10.10.10.3 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#net 10.10.10.4 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#net 10.10.10.5 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#net 10.10.10.6 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#ex
Lalu cek hasilnya terlebih dahulu pada R3.

Router3
R3(config)#do sh ip route

Gateway of last resort is not set

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B 1.1.1.1 [20/0] via 23.23.23.2, 00:05:36
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B 2.2.2.2 [20/0] via 23.23.23.2, 00:05:36
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 3.3.3.3 is directly connected, Loopback0
10.0.0.0/32 is subnetted, 6 subnets
B 10.10.10.1 [20/0] via 23.23.23.2, 00:03:11
B 10.10.10.2 [20/0] via 23.23.23.2, 00:02:40
B 10.10.10.3 [20/0] via 23.23.23.2, 00:02:40
B 10.10.10.4 [20/0] via 23.23.23.2, 00:02:40
B 10.10.10.5 [20/0] via 23.23.23.2, 00:02:40
B 10.10.10.6 [20/0] via 23.23.23.2, 00:02:40
23.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 23.23.23.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 23.23.23.3/32 is directly connected, Ethernet0/0

Seperti yang terlihat pada contoh diatas, bahwa address sudah berhasil di advertise. Lalu sekarang kita tambahkan access list untuk mendefinisikan address genap tidak boleh masuk ke routing table dari R3.

Router2
R2(config)#acc 1 den 10.10.10.0 0.0.0.254
R2(config)#acc 1 per an
Lalu jangan lupa untuk mendefinisikan access list tersebut ke dalam route-map.

Router2
R2(config)#route-map filter_genap
R2(config-route-map)#match ip address 1
R2(config-route-map)#ex
Setelah itu, masukkan filter yang sudah dibuat tadi, ke dalam routing bgp pada peering yang mengarah ke R3.

Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#nei 23.23.23.3 route-map filter_genap out
R2(config-router)#ex
Lalu lakukan verifikasi.

Router3
R3(config)#do sh ip route

Gateway of last resort is not set

1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B 1.1.1.1 [20/0] via 23.23.23.2, 00:09:22
2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
B 2.2.2.2 [20/0] via 23.23.23.2, 00:09:22
3.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
C 3.3.3.3 is directly connected, Loopback0
10.0.0.0/32 is subnetted, 3 subnets
B 10.10.10.1 [20/0] via 23.23.23.2, 00:06:57
B 10.10.10.3 [20/0] via 23.23.23.2, 00:06:26
B 10.10.10.5 [20/0] via 23.23.23.2, 00:06:26
23.0.0.0/8 is variably subnetted, 2 subnets, 2 masks
C 23.23.23.0/24 is directly connected, Ethernet0/0
L 23.23.23.3/32 is directly connected, Ethernet0/0
Maka akan terlihat bahwa route 10.10.10.0, hanya address ganjil yang memasuki.

Tuesday, 13 June 2017

BGP Dampening

Assalamualaikum,
Pada kali ini saya akan melanjutkan materi selanjutnya, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah BGP Dampening.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa jaringan tidaklah selalu up. Mungkin saja ada kesalahan, dalam konfigurasi, atau adanya serangan ke dalam router tersebut, jadi kita tidak mengetahuinya. Dan mungkin address yang tidak stabil, hanya akan membuat routing table yang kita miliki penuh. Oleh karena itu, ada salah satu fitur yang dapat digunakan dalam BGP yaitu fitur dampening dimana BGP Speaker akan memberikan penalty kepada sebuah address apabila jaringan yang address tersebut miliki tidak stabil.

Untuk penalty yang akan di berikan sebenarnya ada hitungannya, tapi gausah itung itungan dulu lah ya, mumet hehehe. Oke langsung saja, berikut topologi yang akan kita gunakan.

Topologi


Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, dapat menggunakan lab yang ada dan kita langsung saja mengkonfigurasikan dampening pada bgp yang ada pada R2.

Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#bgp dampening 10 700 2000 40
R2(config-router)#ex 

Selain menggunakan cara itu, kita juga dapat menggunakan route map untuk menggunakan dumpening.

Router2
R2(config)#acc 1 per 3.3.3.3
R2(config)#route-map dampening
R2(config-route-map)#match ip addr 1
R2(config-route-map)#set dampening 10 700 2000 40
R2(config-route-map)#ex
Lalu definisikan route-map tersebut pada BGP.

Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#bgp dampening route-map dampening
R2(config-router)#ex
Oke jika sudah, kita lakukan verifikasi terlebih dahulu pada R2.

Router2
R2(config)#do sh ip bg
BGP table version is 4, local router ID is 2.2.2.2
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
              r RIB-failure, S Stale, m multipath, b backup-path, f RT-Filter,
              x best-external, a additional-path, c RIB-compressed,
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete
RPKI validation codes: V valid, I invalid, N Not found
     Network          Next Hop            Metric LocPrf Weight Path
 *>  1.1.1.1/32       12.12.12.1               0             0 1 i
 *>  2.2.2.2/32       0.0.0.0                  0         32768 i
 *>  3.3.3.3/32       23.23.23.3               0             0 64567 i
Terlihat bahwa address 3.3.3.3 masih normal, sekarang kita shutdown interface loopback yang ada pada R3.

Router3
R3(config)#int lo0
R3(config-if)#shut
R3(config-if)#ex
Lalu lakukan verifikasi kembali.

Router2
R2(config)#do sh ip bg
BGP table version is 5, local router ID is 2.2.2.2
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
              r RIB-failure, S Stale, m multipath, b backup-path, f RT-Filter,
              x best-external, a additional-path, c RIB-compressed,
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete
RPKI validation codes: V valid, I invalid, N Not found
     Network          Next Hop            Metric LocPrf Weight Path
 *>  1.1.1.1/32       12.12.12.1               0             0 1 i
 *>  2.2.2.2/32       0.0.0.0                  0         32768 i
  h  3.3.3.3/32       23.23.23.3               0             0 64567 i
Berdasarkan verifikasi tersebut, sekarang address tersebut menjadi hanya history. Sekarang coba untuk membuat address tersebut tidak stabil.

Router3
R3(config)#int lo0
R3(config-if)#shut
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#shut
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#shut
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#shut
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#shut
R3(config-if)#no shut
R3(config-if)#ex
Lalu lakukan verifikasi kembali terhadap R2.

Router2
R2(config)#do sh ip bg
BGP table version is 8, local router ID is 2.2.2.2
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
              r RIB-failure, S Stale, m multipath, b backup-path, f RT-Filter,
              x best-external, a additional-path, c RIB-compressed,
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete
RPKI validation codes: V valid, I invalid, N Not found
     Network          Next Hop            Metric LocPrf Weight Path
 *>  1.1.1.1/32       12.12.12.1               0             0 1 i
 *>  2.2.2.2/32       0.0.0.0                  0         32768 i
 *d  3.3.3.3/32       23.23.23.3               0             0 64567 i
Berdasarkan verifikasi tersebut, terlihat bahwa status dari interface loopback yang dimiliki R3 menjadi damped atau sudah terkena penalti.

Saturday, 10 June 2017

BGP Allow AS in

Assalamualaikum,

Pada kali ini saya akan kembali membahas materi mengenai BGP, dan materi yang akan dibahas pada kali ini adalah BGP Allow AS-In.

Penggunaan ini, apabila kita temukan adanya AS lainnya yang memiliki AS sama dengan AS yang kita miliki. Jadi nantinya, kedua AS tersebut dapat menerima route dari AS yang sama itu. Hal ini dikarenakan, secara default BGP tidak akan menerima route dari AS yang sama.

Oke langsung saja, berikut topologi yang akan digunakan.

Topologi
Konfigurasi

Untuk konfigurasinya, tentunya tambahkan address dan interface loopback yang nantinya akan digunakan oleh setiap router. Jika sudah, sekarang tambahkan peering antar router.

Router1
R1(config)#router bg 13
R1(config-router)#nei 12.12.12.2 remote 2
R1(config-router)#net 1.1.1.1 mas 255.255.255.255
R1(config-router)#ex
Router2
R2(config)#router bg 2
R2(config-router)#nei 12.12.12.1 remote 13
R2(config-router)#nei 23.23.23.3 remote 13
R2(config-router)#net 2.2.2.2 mas 255.255.255.255
R2(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router bg 13
R3(config-router)#nei 23.23.23.2 remote 2
R3(config-router)#net 3.3.3.3 mas 255.255.255.255
R3(config-router)#ex
Oke jika sudah, lakukan verifikasi pada setiap router.

Router1
R1(config)#do sh ip bg
BGP table version is 3, local router ID is 1.1.1.1

Network Next Hop Metric LocPrf Weight Path
*> 1.1.1.1/32 0.0.0.0 0 32768 i
*> 2.2.2.2/32 12.12.12.2 0 0 2 I
Router2
R2(config)#do sh ip bg
BGP table version is 4, local router ID is 2.2.2.2

Network Next Hop Metric LocPrf Weight Path
*> 1.1.1.1/32 12.12.12.1 0 0 13 i
*> 2.2.2.2/32 0.0.0.0 0 32768 i
*> 3.3.3.3/32 23.23.23.3 0 0 13 i
Router3
R3(config)#do sh ip bg
BGP table version is 3, local router ID is 3.3.3.3
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
r RIB-failure, S Stale, m multipath, b backup-path, f RT-Filter,
x best-external, a additional-path, c RIB-compressed,
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete
RPKI validation codes: V valid, I invalid, N Not found

Network Next Hop Metric LocPrf Weight Path
*> 2.2.2.2/32 23.23.23.2 0 0 2 i
*> 3.3.3.3/32 0.0.0.0 0 32768 i
Oke dapat kita lihat bahwa R3 dan R1 tidak menerima route dari AS yang sama. Lalu kita sekarang akan mengkonfigurasikan agar tetap menerima route, walaupun dari AS yang sama.

Router1
R1(config)#router bg 13
R1(config-router)#nei 12.12.12.2 allowas-in
R1(config-router)#ex
Router3
R3(config)#router bg 13
R3(config-router)#nei 23.23.23.2 allowas-in
R3(config-router)#ex
Jika sudah, lakukan verifikasi kembali pada R1 dan juga R3.

Router1
R1(config)#do sh ip bg
BGP table version is 4, local router ID is 1.1.1.1
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
r RIB-failure, S Stale, m multipath, b backup-path, f RT-Filter,
x best-external, a additional-path, c RIB-compressed,
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete
RPKI validation codes: V valid, I invalid, N Not found

Network Next Hop Metric LocPrf Weight Path
* 1.1.1.1/32 12.12.12.2 0 2 13 i
*> 0.0.0.0 0 32768 i
*> 2.2.2.2/32 12.12.12.2 0 0 2 i
*> 3.3.3.3/32 12.12.12.2 0 2 13 I
Router3
R3(config)#do sh ip bg
BGP table version is 4, local router ID is 3.3.3.3
Status codes: s suppressed, d damped, h history, * valid, > best, i - internal,
r RIB-failure, S Stale, m multipath, b backup-path, f RT-Filter,
x best-external, a additional-path, c RIB-compressed,
Origin codes: i - IGP, e - EGP, ? - incomplete
RPKI validation codes: V valid, I invalid, N Not found

Network Next Hop Metric LocPrf Weight Path
*> 1.1.1.1/32 23.23.23.2 0 2 13 i
*> 2.2.2.2/32 23.23.23.2 0 0 2 i
* 3.3.3.3/32 23.23.23.2 0 2 13 i
*> 0.0.0.0 0 32768 i
Dan sekarang terlihat sudah terdaftar route yang ada pada R3 ke R1, maupun sebaliknya.