Monday, 17 April 2017

PPP Over Ethernet (Static IP)

Assalamualaikum, 

Pada kali ini, saya akan membahas mengenai PPPoE. Sebelum sebelumnya, saya membahas materi PPPoE pada Mikrotik. Dan sekarang, kita akan membuat PPPoE pada Cisco. Untuk materi dasarnya, PPPoE kali ini, tidak menggunakan DHCP yang diberikan oleh server. Akan tetapi, client akan mendaftarkan address sendiri agar dapat terhubung dengan client. 


Oke langsung saja, kita akan menuju ke konfigurasinya. 

Topologi

Berdasarkan topologi diatas, kita mempunyai skenario sebagai berikut. 
  1. Server memiliki ip address 12.12.12.1, dan untuk grup yang nantinya akan dibuat pada PPPoE server, yaitu grup dengan nama IDN. 
  2. Client dikonfigurasikan static ip dan juga konfigurasikan sebagai PPPoE Client.

Konfigurasi

Pertama tama, tentunya kita harus melakukan konfigurasi pada server. 
Server(config)#bba-group pppoe IDN
Server(config-bba-group)#
*Apr 17 17:33:16.299: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface Virtual-Access1, changed state to up
Server(config-bba-group)#
*Apr 17 17:33:16.315: %LINK-3-UPDOWN: Interface Virtual-Access1, changed state to up
Server(config-bba-group)#vir 1
Server(config-bba-group)#ex
Berdasarkan konfigurasi diatas, kita membuat virtual template untuk PPPoE yang nantinya akan kita gunakan. Untuk group PPPoE, kita menggunakan grup IDN. Selanjutnya, kita harus mendefiniskan interface mana yang akan di aktifkan service PPPoEnya. 
Server(config)#int g0/0
Server(config)#no shut
Server(config-if)#pppoe en gro IDN
Server(config-if)#ex
Berdasarkan konfigurasi diatas, kita mendefinisikan interface yang menuju ke client untuk mengaktifkan service PPPoEnya pada interface itu. Lalu kita juga perlu mendefinisikan group yang sudah kita buat tadi, pada interface yang akan di jalankan service PPPoEnya. Jika sudah, konfigurasikan ip address untuk Virtual Template yang sudah dibuat tadi.
Server(config)#int virtual-template 1      
Server(config-if)#ip addr 12.12.12.1 255.255.255.0
Server(config-if)#ex
Jika sudah, selanjutnya kita konfigurasikan client agar mengaktifkan fungsi dial untuk membuat hubungan ke server. 
Client(config)#int g0/0
Client(config-if)#no shut
Client(config-if)#pppoe en gro IDN
Client(config-if)#pppoe-c dial-p 1
Client(config-if)#ex
Lalu berdasarkan konfigurasi tersebut, kita mengkonfigurasikan si Client, agar Client melakukan dial ke PPPoE Server. Lalu jangan lupa untuk menambahkan ip address kembali dikarenakan kita sedang mengkonfigurasikan PPPoE dengan Static IP, bukan ip dinamic yang diberikan oleh server. 
Client(config)#int dial1
Client(config-if)#ip addr 12.12.12.2 255.255.255.0
Client(config-if)#en ppp
Client(config-if)#dial pool 1
Client(config-if)#ex
Jika sudah, coba lakukan verifikasi pada client bahwa PPPoE sudah dalam keadaan established. 


Selanjutnya cek pada interface yang ada pada server dan juga pada client. Pastikan statusnya up. 



Lalu coba lakukan verifikasi ping dari client ke server. Pastikan berhasil. 


Oke cukup disini, Wassalamualaikum. 

Share this

0 Comment to "PPP Over Ethernet (Static IP)"