Tuesday, 18 April 2017

MPLS Traffic Engineering

Assalamualaikum, 

Pada kali ini, saya akan share mengenai MPLS Traffic Engineering. Lalu apa itu MPLS Traffic Engineering? Overview dulu yuk materinya. 


Di dalam dunia jaringan tentunya ada banyak device yang saling menghubungkan satu sama lain. Dalam hal ini, tentunya routing akan dipergunakan untuk menghubungkan sebuah network dengan network yang lainnya.

Untuk routing sendiri, entah itu static routing ataupun dynamic routing, tentunya tujuannya tetaplah sama, yaitu bertujuan untuk menghubungkan sebuah network dengan network lainnya. 

Dalam menggunakan static routing, oke kita dapat menentukan jalur yang akan kita kehendaki, tujuannya kemana, dan gateway yang akan digunakan melewati mana. Dalam hal ini, mungkin bisa kita bilang cukup teratur dikarenakan kita dapat menentukan packe tersebut melewati jalur yang padat trafficnya atau tidak. 

Namun, ada sebuah masalah dimana jaringan yang menggunakan dynamic routing untuk menghubungkan beberapa network yang ada, tentunya tergantung routing itu sendiri, apakah menggunakan jalur terdekat ataupun bandwith yang lebih besar. 

Namun tentunya apabila di dalam sebuah jaringan sama sama memilih jalur yang sama sebagai jalur yang akan digunakan, maka akan menyebabkan padatnya traffic yang ada pada jalur tersebut. 


Seperti contoh yang terlihat diatas, jalur yang digunakan oleh kedua router untuk menuju router yang berbeda, tetap sama. Dan tentunya hal ini akan menyebabkan padatnya jalur yang digunakan itu. Padahal masih ada jalur lain yang tidak digunakan. 

Apabila seperti ini, kita dapat menerapkan sebuah protocol dimana protocol ini akan menggunakan jalur yang admin kehendaki. Jadi tidak menggunakan routing yang menentukan jalur berdasarkan jalur dengan hop tersedikit ataupun jalur dengan bandwith terbesar. Protocol tersebut dinamakan dengan MPLS TE.

MPLS TE sendiri merupakan sebuah protocol yang berjalan pada MPLS Backbone, yang akan memanfaatkan jaringan MPLS sebagai perantaranya. MPLS TE memiliki tunnel yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan mana jalur yang akan digunakan untuk dilewati sebuah packet. Lalu apa hubungannya dengan routing? 

Seperti yang sudah dibahas tadi, apabila terlalu memanfaatkan routing pada suatu jaringan, maka akan menyebabkan padatnya lalu lintas yang ada pada jaringan tersebut. Dikarenakan protocol routing itu tetaplah sama, apabila dalam hal menentukan jalur. Jadi tidak ada namanya “jalur ini telah digunakan” tapi yang ada adalah “jalur ini merupakan jalur terbaik”. 


Seperti yang terlihat pada gambar diatas, TE akan memungkinkan router yang bekerja sebagai PE untuk membuat sebuah tunnel yang dibentuk berdasarkan address yang akan dilewati. Jadi kita dapat membuat tunnel, dengan mendefinisikan address yang akan di lewati. 

Selain mendefinisikannya satu per satu ip address yang akan dibuat hubungan tunnel, dalam MPLS TE juga kita dapat menentukan tunnel yang dibuat secara dinamis. Jadi kita hanya perlu untuk mengaktifkan TE yang ada pada router yang kita miliki. 

Untuk membuat hubungan secara static juga ada beberapa cara untuk mendefinisikan jalur yang akan digunakan, diantaranya sebagai berikut. 
  • Strict 
Strict merupakan sebuah cara yang digunakan untuk mendefinisikan jalur directly connected yang dapat digunakan. Dalam hal ini juga kita juga harus mendefinisikan secara spesifik melewati address mana jalur ini dibuat. 
  • Loose
Loose merupakan sebuah cara yang digunakan untuk mendefinisikan jalur yang tidak directly connected, atau dalam artian kita hanya perlu mendefinisikan router penengah yang akan dilewati. Dalam hal ini juga brarti loose tidak perlu mendefinisikan sebuah jalur yang akan dibuat secara lebih spesifik. 

Opsi diatas tadi merupakan sebuah cara yang dapat digunakan untuk mendefinisikan jalur yang akan digunakan secara manual. 
[admin@MikroTik] > /mpls traffic-eng tunnel-path
add hops=[address|strict]
Hops ::= Hop[,Hops]
   Hop ::= Address:Strict
      Address ::= A.B.C.D (IP address)
      Strict ::= strict | loose
Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, itu merupakan cara untuk membuat jalur static. Dan untuk hop yang akan di definisikan tidak seperti mengkonfigurasikan gateway pada static routing, akan tetapi menggunakan strict yang ada. 

Selain itu, seperti yang sudah saya bilang bahwa jalur juga dapat ditentukan secara dynamic. Apabila kita membuat tunnel secara dynamic, maka diperlukan diaktifkannya CSPF pada router tersebut. 

CSPF sendiri merupakan fitur yang ada pada MPLS TE yang akan memungkinkan kedua site untuk membentuk jalur dengan jalur terpendek. Jadi TE akan memilih secara otomatis jalur terpendek mana yang akan ia gunakan. 
[admin@MikroTik] > /mpls traffic-eng tunnel-path
add name=dynamic use-cspf=yes
Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, kita perlu untuk mendefinisikan cspf agar aktif pada jalur dynamic. 

Pada MPLS TE sendiri, dapat dikatakan sebagai protocol yang support high avaibility. Hal ini dikarenakan dalam membuat tunneling, kita dapat menentukan 2 jalur dimana salah satunya akan digunakan sebagai backup, dan juga sebagai jalur utama. Kita dapat mendefinisikannya sebagai berikut. 
[admin@MikroTik] > /interface traffic-eng
add primary-path=static secondary-paths=dynamic
Seperti yang terlihat pada konfigurasi diatas, kita melakukan konfigurasi jalur mana yang dijadikan jalur utama, dan jalur mana yang akan dijadikan sebagai jalur cadangan.

Pada dasarnya, jalur utama yang dipilih, merupakan jalur static yang sudah kita buat tadi. Dan untuk jalur cadangan, kita menggunakan jalur dynamic yang sudah dibuat. 



Share this

0 Comment to "MPLS Traffic Engineering"