Friday, 31 March 2017

Static Routing Mikrotik

Assalamualaikum, 

Pada kali ini, saya akan share materi mengenai routing. Akan tetapi, materi routing yang akan saya share ini mengenai materi static routing. Materi static routing sendiri merupakan materi routing yang ada pada MTCNA. Jadi pada kali ini, saya akan menunjukkan langkah demi langkah untuk melakukan konfigurasi static routing. 


Static routing sendiri merupakan routing yang menambahkan secara static/manual destination maupun gateway yang akan digunakan. Jadi administrator jaringan dapat menentukan mana destination yang akan dituju, dan juga mana gateway yang akan digunakan untuk menuju gateway tersebut. 

Oke langsung saja, kita akan menggunakan topologi sebagai berikut. 


Konfigurasi

Oke pertama tama, tentunya tambahkan address kepada interface yang akan digunakan pada setiap router. Setelah itu, konfigurasikan static routing. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa static routing sendiri merupakan routing yang menambahkan secara manual destinasi dan juga gateway yang nantinya akan digunakan oleh sebuah router untuk mencapai tujuan. 

Pada skenario kali ini, R3 akan menuju network 12.12.12.0/24. Lalu bagaimana caranya? Oke, konfigurasikan static routing pada R3. 
[admin@R3] > /ip route
add distance=1 dst-address=12.12.12.0/24 gateway=23.23.23.2


Berdasarkan konfigurasi diatas, kita mendefinsikan mana yang jadi tujuan dan juga mana yang jadi gateway. Untuk destination sendiri, merupakan network yang akan kita tuju. Jangan lupa untuk mendefinisikan subnet yang digunakan oleh network tersebut. Mengapa? Dikarenakan secara default, network yang sudah ditambahkan tersebut apabila tidak disertakan subnet masknya, maka akan secara otomatis menggunakan subnet /32. Oleh karena itu kita harus mengkonfigurasikannya. 

Setelah itu untuk gateway, kita melakukan konfigurasi gateway berdasarkan jalan keluar yang digunakan oleh sebuah router untuk menuju network yang di tuju. Seperti contoh R3 ingin menuju ke R1. Oleh karena itu kita harus mendefinisikan gatewaynya agar R3 menggunakan R2 sebagai gateway menuju ke R1.

Jika sudah, lakukan konfigurasi static routing juga pada R1. Dikarenakan apabila 1 sisi saja, maka tidak akan bisa. 
[admin@R1] > /ip route
add distance=1 dst-address=23.23.23.0/24 gateway=12.12.12.2
Lalu lakukan bahwa R3 dapat menuju ke R1. 


Berdasarkan hasil verifikasi diatas, maka R3 sudah dapat berkomunikasi dengan R1. Oke mungkin sampai sini saja, untuk konfigurasi mendetilnya mengenai static routing pada Mikrotik, insya allah akan saya tambahkan pada materi MTCRE. 

Terimakasih, 
Wassalamualaikum.

Share this

0 Comment to "Static Routing Mikrotik"