Tuesday, 7 March 2017

Nikmatnya Dunia - Ustadz Abdurrahman Thoyib, Lc.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh, 

https://i.ytimg.com/vi/N-rURRq4SQ0/hqdefault.jpg?custom=true&w=246&h=138&stc=true&jpg444=true&jpgq=90&sp=68&sigh=WN99Lvc2j5aAejrbpa-wb0p6IdI

Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu, Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa Manyahdihillahu falaa mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah, asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu amma ba'du.

Kehidupan dunia, tidak lain dan tidak bukan hanyalah kehidupan yang sementara.  Kehidupan yang tidak jarang melalaikan manusia dari ajaran Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . Oleh karena itu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى didalam alquran menjelaskan kepada kita tentang bagaimana perumpamaan, permisalan, kehidupan di dunia ini. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman : 
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Al-Hadid:20)
Itulah Ma'asyiral Muslimin perumpamaan kehidupan di dunia ini. Kita lihat pepohonan, tanaman, tumbuh tumbuhan yang sangat indah ini, namun tidak ada yang kekal abadi. Sebentar lagi, dia akan kering, sebentar lagi dia akan rontok, dia akan hancur. Itulah kehidupan dunia, tidak ada yang kekal abadi. Setiap yang ada di muka bumi ini pasti akan hancur, dunia adalah tempat yang sementara.

Oleh karena itulah Ma'asyiral Muslimin Rahimakulullah, kalau kita mengetahui akan hal seperti itu, mengapa kita terlalu tamak kepada dunia. Mengapa kita lalai dari akhirat, yang mana dunia akan hancur, dan kita akan kembali kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berpesan :
"Jadilah kalian di dunia seperti orang yang melewati sebuah jalan atau sebagaimana seorang musafir yang mana orang musafir tidak mungkin berlama lama di tempat perantauannya."
Seorang yang lewat di jalan tidak akan mungkin dia berhenti di tengah jalan, dia pasti akan melewatinya dan akan sampai kepada tujuannya. Itulah kehidupan dunia yang mana tidak akan mungkin manusia kekal abadi selama lamanya. Oleh karena itulah Ma'asyiral Muslimin Rahimakulullah, yang harus kita betul betul kita kejar adalah kebahagiaan di akhirat, yang itu semuanya kekal abadi dan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah memberikan gambaran kepada kita di akhirat ada neraka yang pedih Naudzubillah, dan ada ampunan dan keridhaan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yaitu surga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . Dan kehidupan dunia itu amat melalaikan, dan menjauhkan dari jalan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى .

Oleh karena itu Allah mengatakan :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. ...” (QS. Al-Munafiqun:9)
Ma'asyiral Muslimin Rahimakulullah,
"...Dan berbekallah ke negeri akhirat dan sebaik baik bekal adalah taqwa kepada Allah..." (QS. Al-Baqarah:197)
Aqulu qouli hadza wa akhiru da'wana, anil hamdulillhi rabbil alamin. Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.  

 

Share this

0 Comment to "Nikmatnya Dunia - Ustadz Abdurrahman Thoyib, Lc. "