Wednesday, 29 March 2017

Network Time Protocol (NTP)

Assalamualaikum, 


Pada kali ini, saya akan share mengenai NTP. Sebenernya, apasih itu NTP? 
NTP merupakan kepanjangan dari Network Time Protocol yang akan memungkinkan adanya mekanisme yang akan melakukan sinkronisasi terhadap waktu yang ada pada dalam sebuah jaringan. 
Dari pengertian tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa NTP akan melakukan sinkronisasi waktu kepada device yang ada pada sebuah jaringan. Untuk melakukan sinkronisasi dengan device lainnya, NTP menggunakan UDP dengan port 123. 

NTP sendiri digunakan dalam sebuah jaringan agar waktu dalam jaringan tersebut tersinkronisasi dengan waktu sebenarnya. Jadi kita dapat mengetahui waktu yang tepat dari setiap perangkat yang ada. Lalu apakah setiap device harus di konfigurasi NTP Server agar semuanya tersinkronisasi? Jawabannya tidak. Dikarenakan menggunakan sebuah NTP Server saja juga sudah cukup agar jaringan local tersebut dapat saling tersinkronisasi waktunya. 

NTP untuk router sendiri juga akan membantu untuk membangun jaringan yang baik. Seperti contoh di dalam sebuah perusahaan ingin agar karyawannya dapat mengakses internet hanya dalam waktu waktu tertentu saja. Sebelum di buat rulenya, tentunya kita harus membuat agar waktu yang ada pada router agar tersinkronisasi secara realtime dengan waktu yang sebenarnya. Oleh karena itu, pada postingan kali ini, saya akan menunjukkan cara agar mikrotik bekerja sebagai NTP Server dan juga sebagai NTP Client. 

NTP Client

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa di dalam jaringan sendiri, akan ada yang bertindak sebagai client dan sebagai server, dan hal itu juga berlaku dalam NTP. Dalam penggunaan NTP, kita memerlukan adanya server di dalam jaringan tersebut, dan client yang akan melakukan sinkronisasi waktu yang ada pada server. Mikrotik sendiri dapat menjalankan keduanya secara bersamaan. Jadi sebelum kita melakukan konfigurasi NTP Server, kita konfigurasikan NTP Client terlebih dahulu agar waktu pada router tersinkronasi dengan public server. 

Untuk NTP pada Mikrotik , akan memanfaatkan SNTP (Simple Network Time Protocol) Client, dan packagenya sudah ada sebelumnya, jadi kita dapat memanfaatkannya dengan melakukan konfigurasi secara langsung. 

Sebelum melakukan konfigurasi, kita tentunya harus menentukan terlebih dahulu, akan memilih public server yang mana yang akan dijadikan NTP server yang nantinya akan di definisikan pada Mikrotik. Untuk server sendiri, anda dapat melihatnya pada website http://www.pool.ntp.org/en/

Jika sudah menemukan server yang kira kiranya cocok untuk digunakan, selanjutnya melakukan konfigurasi NTP Client pada Mikrotik. 


Seperti yang terlihat pada gambar diatas, untuk melakukan konfigurasi sendiri, kita dapat melakukan konfigurasi pada System > NTP Client. Setelah itu akan muncul tab NTP Client. Dikarenakan kita ingin mengaktifkan NTP Client pada Mikrotik, tentu saja enable terlebih dahulu NTP Client yang akan digunakan. 

Jika sudah, ada mode yang dapat digunakan. Untuk mode sendiri, kita dapat menentukan mode yang akan di operasikan oleh Mikrotik itu sendiri.  Saya sendiri kurang tau sih hehehe. Selanjutnya, definisikan public server yang sudah kita pilih tadi. Untuk penggunaannya, kita dapat menggunakan address ataupun domain dari server tersebut. Jika sudah, apply. 


Jika sudah, kita tinggal mendefinisikan dimana kita tinggal. Seperti misalkan saya yang berada di jonggol yang masih menggunakan waktu jakarta. Jika sudah, apply. Lalu waktu akan sinkron dengan waktu yang sebenarnya. *Disini udah jam 1 ya hehehe. 

NTP Server

Sebelumnya kita sudah melakukan konfigurasi NTP Client pada mikrotik. Selanjutnya, kita akan mempergunakan mikrotik sebagai NTP Server untuk jaringan local. Oleh karena itu kita akan melakukan konfigurasi NTP Server. Namun sebelumnya perlu di ketahui sebelumnya, Mikrotik secara default tidak memiliki fungsi NTP Server, oleh karena itu download terlebih dahulu package ntp.npk.

Jika sudah sekarang kita akan melakukan konfigurasi NTP Server. 


Berdasarkan konfigurasi diatas, kita tentunya harus enable terlebih dahulu service NTP Server yang nantinya akan digunakan. Selanjutnya, kita dapat memilih metode penyebarannya, apakah broadcast, multicast, atau manycast. Lalu ada broadcast address yang dipergunakan untuk mendefinisikann tujuan utama NTP Server itu dibuat untuk siapa. Hal ini akan memungkinkan agar NTP Server tidak digunakan dari jaringan public. 

Share this