Monday, 20 March 2017

iBGP Peer (Physical Interface)

Assalamualaikum,


Pada kali ini saya akan sharing mengenai cara membuat peering iBGP antar router. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, bahwa peering iBGP merupakan peering antar router yang masih berada dalam 1 AS.
 
Oke langsung saja, konfigurasi ip address untuk interface yang akan digunakan tentunya. Untuk ip address sendiri kita menggunakan ip address standart IDN. Kita akan melakukan konfigurasi instace yang ada pada router terlebih dahulu.
[admin@Rx] > /routing bgp instance
set default as=1 router-id=x.x.x.x
Berdasarkan konfigurasi diatas, kita melakukan konfigurasi untuk mendefinisikan, sebenarnya router tersebut ada di AS berapa sih. Mendefinisikan AS merupakan hal yang penting sebelum melakukan peering antar router. Router sendiri, sebenarnya mempunyai AS default yang ada pada BGP, yaitu AS 65530. Namun seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa AS tersebut merupakan AS Private. Oleh karena itu kita mendefinisikan AS kembali.

Setelah itu untuk konfigurasi router id, ita menentukan pada sebuah router identitasnya yang ada pada jaringan tersebut. Jadi router tersebut memiliki identitas pada jaringan tersebut. Jika sudah tamahkan peering antar router.

[admin@R1] > /routing bgp peer
add name=peer1 remote-address=12.12.12.2 remote-as=1
[admin@R2] > /routing bgp peer
add name=peer1 remote-address=12.12.12.1 remote-as=1

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa BGP tidak dapat menambahkan peernya secara otomatis, oleh karena itu kita mendefinisikan peering yang ada pada setiap router.

Untuk remote address sendiri, itu akan mendefinsikan address router lawan yang terhubung dengannya. Dikarenakan R1 memiliki address 12.12.12.1, maka pada R2, kita harus mendefinisikan address tersebut dalam remote address.

Selanjutnya ada juga remote as. Remote as sendiri, digunakan untuk mendefinsikan AS yang ada pada peer. Dikarenakan sebelumnya kita sudah menentukan AS yang digunakan untuk kedua router tersebut, maka pada remote as, masukkan AS yang sudah di konfigurasikan tad. Seperti contoh R1 mendefinisikan R2 berada pada AS1. Begitupun sebaiknya, R2 mendefinisikan R1 berada pada AS1.

Jika sudah, selanjutnya lakukan verifikasi terhadap peer table yang ada pada router. 


Berdasarkan hasil verifikasi pada salah satu router, maka akan memperlihatkan peering yang kita buat tadi, akan memiliki flag E atau dalam artian Established/Terhubung.

Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya mengenai BGP State, bahwa hubungan antar BGP Speaker akan terjalin apabila sudah mencapai status established. Apabila sudah seperti itu, maka hubungan antar router tersebut sudah berhasil.

Share this