Saturday, 8 October 2016

Routing EIGRP Cisco

Assalamualaikum, setelah sebelumnya saya mengupload materi mengenai Static Routing, pada kali ini saya menjelaskan mengenai Routing Eigrp.


Routing Eigrp merupakan salah satu dynamic routing yang bisa disebut juga sebagai Routing Protocol Distance Vector. Routing Protocol Distance Vector menggunakan "jarak" dalam pemilihan routing. Distance Vector mengenal apa yang dimaksud dengan hop yaitu lompatan packet yang akan dikirimkan ke sebuah router. Semakin sedikit jumlah hop pada sebuah routing, maka jalur tersebutlah yang akan digunakan untuk dilewati sebuah packet. 

Dalam melakukan update routing table, Eigrp akan mengirimkan hello packet setiap 5 detik dengan dead interval 15 detik dalam melakukan update routing table. Hello packet dikirimkan kepada Eigrp neighbor router. Eigrp menggunakan Autonomous System Number (ASN) untuk mengidentifikasi router. Oleh karena itu, routing Eigrp hanya dapat sharing information dengan router yang memiliki ASN yang sama.

Ada hal yang harus diketahui sebelumnya yaitu rumus untuk menjalankan routing Eigrp. Seperti yang dibawah ini.
Berbeda dengan routing static yang sebelumnya, jika pada routing static kita hanya perlu menuliskan perintah routing pada global config. Sedangkan pada routing Eigrp, kita harus mengkonfigurasi melalui .Pada perintah pertama, ada  :
1. router eigrp <ASN>  
Router eigrp merupakan protocol routing yang akan kita gunakan. Apabila kita ingin menggunakan dynamic routing seperti ospf, kita hanya perlu menuliskan Router ospf
Lalu ada ASN, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa ASN adalah Autonomous System Number atau bisa juga disebut sebagai identitas area routing. Apabila kita ingin menghubungkan routing eigrp dengan router lain, router tersebut harus bedara dalam ASN yang sama. 
2. network <Network ID>
Perintah network pada config-router merupakan perintah untuk mengadvertise sebuah network yang terhubung secara langsung dengan router (directly connected). Apabila kita menggunakan network yang tidak terhubung secara langsung dengan router, maka routing eigrp tidak akan mengadvertise network yang dimasukkan. 
Lalu ada Network ID. Network ID merupakan alamat/ip address yang akan kita advertise. Seperti yang sudah di bilang sebelumnya, bahwa agar advertise network berfungsi, maka kita harus mendaftarkan dengan router yang terhubung langsung dengan router tersebut. 
3. no auto-summary
Perintah no auto-summary digunakan untuk meringkas table routing dan untuk menghemat kinerja cpu pada router. 

Oke jika kita sudah tau mengenai perintah dasar untuk menggunakan routing eigrp, langsung kita ke TKP.. 

Topologi 

Terlihat pada topologi di atas, ada 3 network yang akan digunakan pada tutorial pada kali ini. Misi kita pada kali ini adalah menghubungkan Network A dengan Netwok B agar dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan protokol Routing Eigrp. Sebelum masuk ke langkah konfigurasi, saya akan menunjukkan routing table R1 dan R2 terlebih dahulu agar terlihat perbedaannya ketika sudah dikonfigurasi.

Tampilan sebelum diotak atik

R1
R2
Pada kedua gambar diatas, terlihat network yang terhubung secara langsung dengan router tersebut dan ditandai dengan flags C di samping ip address. Network yang terhubung secara langsung itulah yang akan kita gunakan untuk mengadvertise network Routing Eigrp. 

Konfigurasi
 R1

Pada tutorial kali ini, saya akan menggunakan ASN 10. Lalu apabila sudah di enable routing Eigrp-nya dengan AS 10, langkah selanjutnya adalah memasukkan network yang akan di advertise oleh Routing Eigrp. Dikarenakan R1 terhubung dengan Network A dan Network Router, maka yang kita harus daftarkan adalah kedua network tersebut. Jika sudah dimasukkan, lalu tambahkan no auto-summary untuk meringkas routing table dan lebih menghemat proses CPU. Jika sudah, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi R2. 

R2
Lalu pada konfigurasi router kedua, enable Routing Eigrp dengan AS 10 agar kedua router ini dapat sharing informasi routing. Setelah itu, daftarkan Network B dan Network Router karena kedua network tersebut terhubung langsung dengan R2. Jika sudah di tambahkan, tunggu beberapa detik maka akan ada notifikasi bahwa Routing Eigrp mendeteksi adanya router yang menggunakan AS 10 dan router tersebut yaitu adalah R1. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya bahwa Routing Eigrp akan mengirimkan hello packet setiap 5 detik. Setelah kita menambahkan Network Router, maka akan terjadi delay selama 5 detik dan akan ada notifikasi bahwa router telah menemukan neighbors Eigrp. Lalu tambahkan perintah no auto-summary maka router melakukan konfigurasi pada summary secara otomatis apabila neighbors router juga telah diatur no auto-summary.

Tidak hanya pada R2 terdapat notifikasi, pada R1 juga akan terdapat notifikasi seperti berikut. 

Notifikasi tersebut, menandakan bahwa router telah menemukan neighbors baru untuk melakukan sharing routing.

Verifikasi
Untuk verifikasi, saya akan melakukan verifikasi table routing, eigrp neighbors, dan juga ip protocols

show ip route
 R1
R2
Pada routing table R1 dan R2 setelah dikonfigurasi dan sebelum dikonfigurasi, akan terlihat beberapa perbedaan, yaitu adanya tambahan Routing. Tambahan routing tersebut merupakan routing yang sudah kita konfigurasi sebelumnya dan untuk Routing Eigrp, akan ditandai dengan flag D yang berapa pada samping ip address routing. 

show ip eigrp neighbors

 Pada perintah show ip eigrp neighbors akan terlihat address neighbors yang berada pada AS 10. Kita dapat mengetahui AS 10 berdasarkan tulisan IP-EIGRP neighbors for process 10. Process 10 menandakan bahwa kita dapat melihat device dengan ip address mana saja yang terhubung dengan AS 10. 

Show ip eigrp topology

Pada perintah show ip eigrp topology, akan terlihat network yang berada pada AS 10 baik itu directly connected maupun didapat melalui routing. Apabila melalui directry connected, maka akan terlihat tulisan Via Connected pada router yang menandakan bahwa ip address tersebut didapat secara langsung terhubung. Sedangkan jika melalui routing. maka akan terlihat tulisan Via (Directly Connected IP Address) yang menandakan bahwa ip tersebut didapatkan melalui neighbors router yang berada 1 AS dengan kita.  

show ip protocols

 Pada perintah show ip protocols, akan terlihat AS yang kita daftarkan beserta routing yang kita gunakan. Lalu ada Eigrp maximum hopcount 100 yang menandakan bahwa Eigrp secara default dapat digunakan dengan maximum 100 hopcount, namun sebenarnya Eigrp dapat menampung hingga 255 hopcount.Lalu ada routing for network yaitu berisikan ip address perangkat yang directly connected dengan router tersebut. Lalu ada Routing information sources yang akan memberitahukan kita tentang informasi darimana kita mendapatkan routing untuk ke sebuah network dan ada distance yaitu administrative distance (AD) default untuk routing Eigrp.  
Verifikasi Ping

Saya akan melakukan pengetesan ping dari PC 1 menuju ke PC 2


Dan hasil yang didapatkan berhasil.

Passive Interface

Apa itu passive interface? Passive Interface merupakan suatu konfigurasi yang memungkinkan sebuah router tidak akan menerima ataupun mengirimkan hello packet ke router lainnya berdasarkan interface yang dipilih. Passive interface akan mencegah update incoming/outgoing packet sehingga routing table tidak akan di update kembali. Untuk menggunakan passive interface, anda dapat menuliskan perintah seperti dibawah ini

Router akan mencegah incoming/outgoing packet dari interface fa0/0. 

Sekian dari saya, mohon maaf apabila terdapat kesalahan. 
Terimakasih, Wassalamualaikum.

Share this