Tuesday, 20 September 2016

Static Routing CIsco


Assalamualaikum.

Setelah sebelumnya saya menjelaskan mengenai Jenis jenis routing, pada kali ini saya akan menunjukkan langkah langkah menggunakan Static Routing.

Ada beberapa point dasar sebelum anda melaksanakan Static Routing. Yang pertama, anda harus mengetahui apa itu static routing. Setelah anda mengetahui static routing, lalu rumus untuk penggunaan static. Rumus untuk penggunaan static routing adalah :

                             
Syntax ip route pada rumus tersebut menandakan bahwa kita akan melakukan routing menggunakan Static routing. Lalu ada syntax network yaitu network lain yang ingin kita tuju. Lalu ada syntax netmask yaitu subnet mask network tersebut. Lalu ada syntax gateway yaitu ip address router yang ingin kita jadikan gateway.

Pada tutorial kali ini, saya akan menggunakan topologi seperti berikut.

Pada topologi tersebut, terdapat 5 network yang berbeda, dengan menggunakan 5 router yang saling terhubung dengan link serial. Saya menggunakan clock rate 500000 untuk setiap interface DCE. Perlu diketahui bahwa pada topologi tersebut, setiap router sudah dapat saling terhubung dikarenakan sebelumnya saya sudah mensetting ip address kepada setiap router. 

Oke apabila semua sudah disiapkan, lanjut ke TKP...

Router 1


Langkah pertama konfigurasi R1. Kita konfigurasi agar R1 dapat berkomunikasi dengan network 20.0, 30.0, dan 40.0. Untuk gateway menuju 20.0, kita ambil jalur terdekat untuk menuju network 20.0 yaitu melalui R2 Se2/0 (10.10.10.2). Lalu untuk menuju network 30.0 dan 40.0, kita ambil jalur melewati R2 Se3/0 (50.50.50.1)

Apabila sudah ditambahkan routing pada R1, langkah selanjutnya yaitu melihat routing table. Apakah routing yang sudah kita buat masuk ke routing table atau tidak. Tuliskan syntax show ip route pada privileged mode.


Lalu akan muncul pada routing table, macam macam routing. Pada routing berlambangkan C, itu menandakan bahwa router sedang terhubung dengan perangkat lain tanpa adanya routing. Jadi routing berlambangkan C itu akan secara otomatis ada apabila perangkat kita dihubungkan ke perangkat lain secara langsung. 

Lalu terlihat ada 3 routing yang berlambangkan S. Routing tersebut merupakan Static Routing yang sudah kita buat sebelumnya. Flag S menandakan bahwa routing tersebut menggunakan static routing. Setelah melakukan konfigurasi pada R1, langkah selanjutnya yaitu mengkonfigurasi perangkat lainnya. 

Selain itu juga terlihat angka [1/0] disamping network tujuan. Angka 1 pada routing table itu merupakan angka identitas dari sebuah routing atau biasa disebut (Administrative Distance). Setiap routing memiliki administrative yang berbeda, namun tidak akan berganti. 

Router 2


Verifikasi


Router 3


Verifikasi 


Router 4


Verifikasi


Router 5


Verifikasi


Lalu jika semua sudah selesai di konfigurasi, langkah selanjutnya yaitu mengetes apakah static routing sudah berhasil atau belum. Saya akan mencoba mengirimkan paket dari sebuah router ke router lainnya. 


Proses static routing sudah berhasil. Apabila masih kurang jelas, anda dapat melihat video dibawah ini. 

Terimakasih. Semoga Bermanfaat.
Mohon maaf, Wassalamualaikum. 






Share this