Thursday, 11 August 2016

Instalasi Windows Server 2012

Pada kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana sih instalasi Windows server 2012 itu? Sebenarnya tidak begitu sulit dan hampir mirip dengan proses menginstall pada Windows 7, namun saya akan menjelaskannya pada kali ini.
Pertama tama yang harus perhatikan adalah system reqruitments. Yang dibutuhkan untuk menginstall Windows Server 2012 seperti berikut ini:

Processor   1.4 GHz 64-bit processor
RAM  512 MB
Harddisk 32 GB
Pertama - tama siapkan perangkat untuk menjadi bootable, bisa flashdisk, CD/DVD, atau juga bisa menggunakan ISO untuk menginstall secara Virtual.

Jika sudah berhasil booting ke Windows Server, Pilih bahasa, Waktu, dan Keyboard. Jika sudah, klik next.



Jika sudah next, klik install.



Setelah itu, anda akan masuk ke pemilihan Windows. Ada 2 jenis Windows server, yaitu Data Center dan Standart. Anda dapat memimilih CLI ataupun GUI. Saya akan memilih OS Windows Server Standart berbasis CLI



Setelah dipilih, anda akan diarahkan ke lisence terms. Centang accept terms, lalu kemudian klik next.


Setelah itu, ada 2 pilihan untuk menginstal, yaitu upgrade dan custom. Namun karena sebelumnya saya tidak menginstal OS/hardisk saya masih dalam keadaan kosong, maka saya memilih costum. Lalu klik next.


Setelah memilih, anda akan masuk ke bagian partisi hardisk, lalu atur size hardisk yang anda inginkan. Setelah itu klik next



Setelah mengatur partisi, tinggal menunggu proses instalasi berjalan, dan komputer akan restart sendiri.



Apabila sudah ter-restart, anda akan menemukan peringaatn seperti dibawah ini.



Pada gambar diatas, menandakan bahwa anda belum menambahkan password untuk Windows server tersebut. Klik Ok, lalu masukkan password untuk akun anda.



Dalam penambahan password, windows mempunyai keamanan yang ketat, oleh karena itu apabila anda memasukkan password yang simple, maka windows tidak akan menerima password tersebut.

Dan jika sudah berhasil terinstal, anda akan masuk ke Windows Server seperti gambar berikut.



Karena yang saya install tadi OS berbasis CLI, maka tampilan utamanya seperti gambar diatas.

Kesimpulan : Untuk kesimpulan antara Windows server Datacenter Dan Standart, sebenarnya tidak banyak perbedaan. Yang membedakan hanyalah lisensi dari masing masing Windows. Pada Windows Server Standart, ada pembatasan lisensi yang dibatasi. Yaitu Windows server Standart hanya diberikan 2 Lisensi Virtual. Sedangkan untuk Windows Server DataCenter, tidak ada pembatasan Lisensi Virtual.


Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Share this