Wednesday, 31 August 2016

Instalasi Web Server pada Windows Server 2012 R2

Pada kali ini, saya akan menjelaskan tentang langkah langkah instalasi Web Server pada Windows Server 2012. 

Hasil gambar untuk web server


Web Server merupakan sebuah penyedia layanan bagi client agar browser dapat menampilkan laman atau data yang diminta. 

Langsung saja ke konfigurasinya, saya menggunakan Windows Server 2012 yang akan dijadikan server. Yang pertama kali disiapkan tentunya Windows Server 2012. Apabila semua sudah siap, langsung saja ke TKP... 


Langkah pertama yaitu Add Roles and Features. Pada bagian ini, kita akan menambahkan IIS. 


Apa bila sudah masuk ke laman Add Roles and Features, klik next.


Pada pemilihan installation type, pilih saja role-based installation. Setelah itu klik next. 


Pada pemilihan server, pilih saja berdasarkan pilihan default. Setelah itu klik next. 


Pada pemilihan apa yang akan di install, pilih Web Server (IIS). 


Setelah itu akan muncul laman untuk mengkonfirmasi apakah anda ingin menginstall Web server. Klik add features untuk menambahkannya. 


Setelah itu, Web Server akan tercentang. Apabila sudah, klik next. 


Kemudian, anda akan diarahkan ke laman features. Apakah anda ingin menambahkan feature pada server atau tidak. Apabila  hanya ingin menginstall Web Server, langsung saja klik next. 


Lalu akan ada laman yang menjelaskan mengenai apa itu web server. Jika sudah mengerti, klik next. 


Setelah itu, anda akan diarahkan ke laman roles service. Pada laman ini, anda dapat menginstall apa saja yang anda butuhkan untuk Web Server tersebut. 


Jika sudah, masuk ke laman instalasi. Klik restart automatically agar apabila Web server sudah selesai di install, maka komputer akan restart otomatis untuk menerapkan Web Server tersebut. 


Setelah itu klik install. 


Setelah itu tunggu hingga proses instalasi selesai. 


Apabila sudah selesai di install, silahkan cek apakah server dapat ping ke domain yang sudah di buat sebelumnya. 

Apabila berhasil, maka coba buka browser, lalu tuliskan domain server kita. 


Maka browser akan menampilkan tampilan dari Web Server. 



Lalu untuk membuat web yang berbeda namun menggunakan 1 ip address, dapat dilihat video di bawah ini. 


Sekian dari saya. Wassalamualaikum. 
















Friday, 12 August 2016

Merubah tampilan GUI ke CLI WIndows Server

Pada kali ini saya akan menunjukkan langkah langkah untuk merubah Windows Server 2012 berbasis GUI menjadi CLI. Sebelumnya saya sudah memposting tentang bagaimana cara merubah Windows Server CLI menjadi GUI, dan kali ini saya menunjukkan cara merubah GUI menjadi CLI.
Pada umumnya, semua jenis WIndows Server seperti Datacenter dan Standart dapat dirubah tampilannya, namun ini hanya berlaku untuk Windows Server 2012 keatas.

Langsung saja, yang pertama kita lakukan adalah membuka server manager.


Setelah membuka server manager, klik manage di bagian pojok kanan atas, lalu klik remove roles and features.

Jika sudah, maka anda akan masuk ke tab Remove Roles and Features. Dan langsung klik next saja.


Setelah itu, anda akan diarahkan ke pemilihan destination server. Disini saya menggunakan yang server pool, setelah itu klik next. 


Jika sudah, pilih feature yang akan di remove. Apabila ingin merubah gui ke cli, maka remove powershell. 

                                          
 Jika sudah, maka anda akan diverifikasi ulang apakah memang ingin meremove Windows PowerShell atau tidak. Lalu klik saja Remove Features.


 Jika sudah, maka Windows Powershell yang sebelumnya kotaknya berwarna hitam, maka akan menjadi warna putih yang menandakan akan di remove. Setelah itu klik next.


 Setelah itu anda akan masuk ke proses konfirmasi feature yang ingin di remove. Lalu ceklis untuk merestart server apabila proses remove sudah selesai. Lalu klik remove.

Apabila remove sudah selesai, maka server akan restart dengan sendirinya. Lalu tunggu hingga proses penerapan selesai. 

Dan proses perubahan Selesai. 

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Thursday, 11 August 2016

Merubah WIndows Server CLI menjadi GUI



Pada kali ini, saya akan menjelaskan langkah langkah untuk merubah WIndows Server 2012 berbasis CLI, menjadi GUI. Kelebihan yang dimiliki oleh Windows Server 2012 adalah dapat dirubahnya dari server berbasis CLI menjadi GUI sehingga memudahkan pengguna untuk mengganti server CLI ke GUI.
Langkah pertama adalah membuat folder terlebih dahulu di drive c dengan dengan cara :
mkdir C:\mountdir.


Jika sudah, cek folder tersebut.


Langkah selanjutnya adalah mencari nomor index yang akan merubah Windows Server berbasis CLI ke GUI. Dengan perintah Dism /get-wiminfo /wimfile:D:\sources\install.wim


Lalu anda akan melihat ada beberapa index.


Lalu pilih berdasarkan yang anda inginkan. Apabila ingin menggunakan Server Standart GUI, maka pilih Index 2. Perintah yang dapat anda ketikkan adalah 
/mount-wim /WimFile:D:\sources\install.wim /index:2 /MountDir:C:\mountdir /readonly


Selanjutnya kita masuk ke PowerShell. 


Setelah itu Install feature WIndows. Perintah yang dapat anda masukkan adalah 
Install-WindowsFeature Server-Gui-Mgmt-Infra,Server-Gui-Shell -Restart -Source C:\mountdir\windows\winxsx



Lalu tunggu instalasi hingga selesai. Setelah itu akan muncul tampilan berbasis GUI







Instalasi Windows Server 2012

Pada kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana sih instalasi Windows server 2012 itu? Sebenarnya tidak begitu sulit dan hampir mirip dengan proses menginstall pada Windows 7, namun saya akan menjelaskannya pada kali ini.
Pertama tama yang harus perhatikan adalah system reqruitments. Yang dibutuhkan untuk menginstall Windows Server 2012 seperti berikut ini:

Processor   1.4 GHz 64-bit processor
RAM  512 MB
Harddisk 32 GB
Pertama - tama siapkan perangkat untuk menjadi bootable, bisa flashdisk, CD/DVD, atau juga bisa menggunakan ISO untuk menginstall secara Virtual.

Jika sudah berhasil booting ke Windows Server, Pilih bahasa, Waktu, dan Keyboard. Jika sudah, klik next.



Jika sudah next, klik install.



Setelah itu, anda akan masuk ke pemilihan Windows. Ada 2 jenis Windows server, yaitu Data Center dan Standart. Anda dapat memimilih CLI ataupun GUI. Saya akan memilih OS Windows Server Standart berbasis CLI



Setelah dipilih, anda akan diarahkan ke lisence terms. Centang accept terms, lalu kemudian klik next.


Setelah itu, ada 2 pilihan untuk menginstal, yaitu upgrade dan custom. Namun karena sebelumnya saya tidak menginstal OS/hardisk saya masih dalam keadaan kosong, maka saya memilih costum. Lalu klik next.


Setelah memilih, anda akan masuk ke bagian partisi hardisk, lalu atur size hardisk yang anda inginkan. Setelah itu klik next



Setelah mengatur partisi, tinggal menunggu proses instalasi berjalan, dan komputer akan restart sendiri.



Apabila sudah ter-restart, anda akan menemukan peringaatn seperti dibawah ini.



Pada gambar diatas, menandakan bahwa anda belum menambahkan password untuk Windows server tersebut. Klik Ok, lalu masukkan password untuk akun anda.



Dalam penambahan password, windows mempunyai keamanan yang ketat, oleh karena itu apabila anda memasukkan password yang simple, maka windows tidak akan menerima password tersebut.

Dan jika sudah berhasil terinstal, anda akan masuk ke Windows Server seperti gambar berikut.



Karena yang saya install tadi OS berbasis CLI, maka tampilan utamanya seperti gambar diatas.

Kesimpulan : Untuk kesimpulan antara Windows server Datacenter Dan Standart, sebenarnya tidak banyak perbedaan. Yang membedakan hanyalah lisensi dari masing masing Windows. Pada Windows Server Standart, ada pembatasan lisensi yang dibatasi. Yaitu Windows server Standart hanya diberikan 2 Lisensi Virtual. Sedangkan untuk Windows Server DataCenter, tidak ada pembatasan Lisensi Virtual.


Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Fungsi dari macam macam Sconfig

Pada kali ini saya akan menjelaskan Apasaja sih fungsi dari setiap konfigurasi yang tersedia di Sconfig?
Langkah pertama jalankan terlebih dahulu Windows Servernya, setelah itu tuliskan perintah sconfig pada cmd.


Setelah itu, anda akan masuk ke dalam sconfig yang berisikan konfigurasi untuk Windows Server.


Dan fungsi dari setiap konfigurasi tersebut adalah sebagai berikut.

1> Domain/Workgroup
Option ini digunakan untuk mendaftarkan Windows Server kita ke sebuah Domain ataupun kedalam Workgroup. Saya akan mendaftarkan workgroup terlebih dahulu, dikarenakan apabila saya mendaftarkan domain, saya belum menginstall Active Directory dan maka akan terjadi error.


2> Computer Name
Option ini digunakan untuk mengganti nama dari komputer server. Untuk mengganti, pilih option 2 lalu masukkan nama untuk komputer server tersebut.



Apabila sudah memasukkan nama, lalu tekan enter dan akan ada permintaan untuk restart komputer.


Prtmintaan untuk merestart komputer dilakukan untuk menerapkan perubahan yang telah dilakukan pada Windows Server tersebut. Dan untuk mengecek apakah sudah terganti atau belum, ketik sconfig pada cmd, lalu akan terlihat bahwa computer name sudah terganti. 


3> Add local Administrator
Option ini digunakan untuk menambahkan local administrator pada computer. Pilih option 3, lalu ketik nama untuk akun anda yang baru.



Lalu akan ada permintaan untuk menambahkan password.

4> Configure Remote Management
Option ini digunakan untuk mendisable atau mengenable remote management. 



5> Windows Update Settings
Option ini digunakan untuk mensetting update pada Windows, Apakah kita ingin mengupdate windows secara manual, ataukah secara otomatis. Saya akan memilih manual, dan secara otomatis windows server akan mendisable Automatic Update.


6> Download and Install Updates

Option ini digunakan untuk mendownload update dan menginstall update. Anda dapat memilih apakan ingin mendownload semua update atau update yang direkomendasikan oleh microsoft.


7> Remote Desktop
Option ini digunakan untuk mengenable atau mendisable remote desktop dan mengatur siapa saja yang dapat meremote server tersebut.


8> Network Settings
Option ini digunakan untuk mengatur jaringan yang ada pada komputer. Anda dapat mengkonfigurasi ip address, dns server, ataupun dhcp. Pilih 8, lalu akan muncul network adapter yang ada pada komputer server, lalu pilih network adapter yang ingin dikonfigurasi dan kemudian tuliskan index nomor yang ada pada network adapter tersebut.


Setelah memilih network adapter, akan ada keterangan mengenai network adapter tersebut. Anda dapat mengkonfigurasi ip address, DNS Server, Dan clear DNS Server Setting.


9> Date and time
Option ini digunakan untuk merubah date and time pada komputer.


10> Help Improve The Product with CEIP
Option ini digunakan untuk memberikan survey terhadap penggunakan Windows Server ke Microsoft. 

                            
11> Windows Activation
Option ini digunakan untuk mengaktivasi Windows Server tersebut dan Melihat lisensi dari Windows tersebut. 


12> Log Off User
Option ini digunakan untuk keluar dari user yang sedang digunakan, namun tidak mematikan perangkat tersebut. 

13> Restart Server 
Option ini digunakan untuk merestart Server tersebut

14> Shutdown Server 
Option ini digunakan untuk mematikan server tersebut. 

15> Exit to Command Line 
Option ini digunakan untuk kembali ke tampilan awal dari Windows Server . 



Sekian dari saya, semoga bermanfaat.